Rabu, 10 Desember 2014

Sekedar mengingatkan sebagai SAUDARA MUSLIM

“AYAH BISU”‬

‪Sebuah tulisan karya Sarah binti Halil bin Dakhilallah al-Muthiri yg ditulis utk meraih gelar magister di Universitas Umm al-Quro, Mekah, Fakultas Pendidikan, mungkin bisa menyemangati para ayah utk rajin berdialog dg anak2nya.‬

‪Judul tulisan ilmiah tsb adlh:‬ “Dialog ortu dg anak dlm al-Qur’an  & aplikasi pendidikannya”‬
Dari judulnya saja, sdh luar biasa. Dan memang luar biasa isinya.‬

‪Menurut tulisan ilmiah tsb, terdpt 17 dialog (berdasarkan tema) antara ortu dg anak dlm al-Qur’an yg tersebar dlm 9 Surat.‬

‪Ke-17 dialog tsb dg rincian sbb:
• Dialog antara ayah dg anaknya (14 X)
• Dialog antara ibu & anaknya (2X)
• Dialog antara kedua ortu tanpa nama dg anaknya (1 X)‬

‪Lihatlah ayah, subhanalloh…
Ternyata al-Qur’an ingin memberikan pelajaran. Bhw utk melahirkan generasi istimewa seperti yg diinginkan oleh Alloh & Rasul-Nya, hrs dg komposisi seperti di atas.‬

‪Jk kita bandingkan, ternyata dialog antara ayah dg anaknya, lebih banyak drpd dialog antara ibu dg anaknya. Jauh lebih banyak. Lebih sering. 14 banding 2 !

‪Kalau hari ini banyak muncul ayah ‘bisu’ dlm rumah, inilah salah satu yg menyebabkan munculnya banyak masalah dlm pendidikan generasi.‬

‪Sebagian ayah seringkali kehabisan tema pembicaraan dg anak2nya. Sebagian lagi hanya mampu bicara dg tarik urat alias marah.‬
Ada lagi yg diam saja, hampir tdk bisa dibedakan saat sedang sariawan atau memang tdk bisa bicara.‬

‪Sementara sebagian lagi, irit energi; bicara seperlunya. Ada juga seorg ayah yg saat dia belum selesai bicara sang anak bisa menyela, “Cukup yah, saya bisa lanjutkan pembicaraan ayah.” Saking rutinitas pembicaraannya yg hanya basa basi & itu-itu saja.‬

‪Jika begitu keadaan para ayah, mk pantas hasil generasi ini jauh dr yg diharapkan oleh peradaban Islam yg akan datang. Para ayah selayaknya segera memaksakan diri utk membuka mulutnya, menggerakkan lisannya, terus menyampaikan pesannya, kisahnya & dialognya.‬

Ayah, kembali ke al-Qur’an..
Dialog lengkap, utuh dan panjang lebar di dalam al-Qur’an, hanya dialog ayah kepada anaknya. Bukan dialog ibu dengan anaknya. Yaitu dialog Luqman dengan anaknya. Sebuah nasehat yang lebih berharga bagi seorang anak dari semua fasilitas dan tabungan yang diberikan kepadanya.‬

‪Dengan kajian di atas, kita terhindar dari kesalahan pemahaman. Salah, jika ada yang memahami bahwa dialog ibu tidak penting. Jelas sangat penting sekali dialog seorang ibu dengan anaknya.‬

‪Pemahaman yang benar adalah, al-Qur’an seakan ingin menyeru kepada semua ayah: ayah, harus rajin berdialog dengan anak. Lebih sering dibanding ibu yang sehari-hari bersama buah hati kalian.‬

‪Dan…
Jangan sampai menjadi seorang ayah bisu.‬

‪Tidak ada kata terlambat, begitu tahu ada yg salah, mk jangan tundan utk berubah/merubah, krn sang maut pasti datang kapanpun.‬

‪Semoga Bermanfaat. :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar